This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 02 Juni 2011

Matematika al-Qur’an

Untuk kebanyakan pemeluk agama Islam, temuan-temuan yang berkaitan dengan ‘ijaz ‘adadi di atas sudah cukup meningkatkan keimanan dan keyakinan akan keberadaan al-Qur’an sebagai wahyu Allah. Sementara hanya sedikit yang berfikir dan penasaran,
“Apakah Allah memiliki maksud tertentu dengan angka-angka itu? Mengapakah kata-kata itu disimpan pada surat A dan ayat B? Mengapakah al-Qur’an disusun tidak secara kronologis seperti kitab Yahudi? Mengapa susunan nama surat dan ayat disusun-Nya seperti sekarang? Mengapakah al-Qur’an terdiri dari 114 surat, 30 juz dan 6236 ayat? Apakah ada pesan (wahyu) simbolik dibalik susunan itu? Apakah ….? Mengapa ……….?”.

“Kecurigaan” adanya pesan simbolik berupa angka-angka ini menjadi awal munculnya paradigma numerik al-Qur’an, disamping paradigma verbal yang sudah biasa dan umum dikenal. Walaupun sering digunakan, angka kurang disadari telah membentuk bahasa tersendiri, bahasa matematik. Selain itu bahasa ini pun kurang luas penggunaannya dalam berbagai aktifitas ilmiah, kecuali untuk sebagian saja, diantaranya matematika, fisika dan ekonomi. Walaupun demikian, tanpa diragukan lagi bahasa angka memiliki tingkat universalitas yang lebih tinggi daripada bahasa huruf (verbal).(Aman dkk, 2008). Sejalan dengan pemikiran itulah, lebih kurang, muncul istilah Matematika Islam yang dipopulerkan oleh KH. Fahmi Basya, seorang dosen UIN (IAIN Syarif Hidayatullah) Jakarta. Beliau mengungkapkan Bahasa Kode Al-Qur’an (Basya, 2008) atau pola numerik dan Anatomi Al-Qur’an (Basya, 2007) sejak 1972.

Selain mengungkap pola numerik baru, KH. Fahmi Basya juga membuktikan korelasi hasil perhitungan matematisnya dengan ayat-ayat al-Qur’an (secara verbal), hadits-hadits Nabi serta hasil-hasil penelitian atau pengamatan ilmiah. Satu metode baru dalam menafsirkan al-Qur’an. Satu hal yang tidak kalah penting, KH. Fahmi Basya dapat menjelaskan Anatomi Al-Qur’an. Beliau dapat menjelaskan alasan matematis mengenai susunan dan struktur al-Qur’an.

Hampir sejalan dengan KH. Fahmi Basya adalah Arifin Muftie dan Abdussyakir. Arifin Muftie lebih menekankan pada kodetifikasi bilangan prima di dalam al-Qur’an (Muftie, 2004). Beliau memperlihatkan munculnya bilangan prima selain angka 19. Menurutnya, bilangan prima ini dipercaya oleh sebagian besar ilmuwan sebagai bahasa universal dan berhubungan dengan desain kosmos atau kodetifikasi alam semesta.

Sementara itu, Abdussyakir mencoba menjelaskan dan memaparkannya adanya struktur matematika dengan sangat rinci dan teliti yang akhirnya mengarah pada kelipatan bilangan 19. Beliau memperkuat argumennya dengan memberikan penjelasan angka 19 yang ditinjau berdasarkan nilai numerik dan secara matematis. Selanjutnya, Beliau juga mencoba menjelaskan bahwa dari al-Qur’an dapat dikembangkan beberapa konsep (bukan semuanya) dasar matematika karena pada hakekatnya matematika itu terdapat dan dapat dikembangkan dengan bersumber dari al-Qur’an. Di antara konsep matematika yang dipaparkannya adalah tentang himpunan dan operasi himpunan, bilangan dan operasi bilangan, himpunan bilangan dan sistem bilangan, perbandingan, fungsi, dan persamaan garis serta estimasi. Terakhir, Abdussyakir memberikan gambaran nyata tentang bagaimana memahami al-Qur’an melalui matematika. Menurutnya ada hal-hal tertentu dalam kehidupan yang hanya dapat diselesaiakan melalui bantuan matematika. Contoh yang diangkat diantaranya penyelesaian perhitungan faraidh, lamanya Nabi Nuh tinggal dengan kaumnya, serta lamanya Ashhabul Kahfi tertidur dalam gua.

Senin, 30 Mei 2011

Keindahan wanita berjilbab

Allah berfirman: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).



Dari keterangan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa jilbab bukanlah kerudung yang digantungkan di leher, bukan pula kerudung tipis yang kelihatan rambutnya atau kerudung yang hanya menutup sebagian rambut belakangnya, bukan pula kerudung sebangsa kopyah yang kelihatan lehernya atau kerudung yang hanya menutup ujung kepala bagian atas atau kerudung yang kelihatan dadanya, dan bukan pula selendang kecil yang dikalungkan di pundak kanannya.



Mereka hanya mengandalkan kecantikan lahiriah (fisik) yang mirip dengan kecantikan boneka maneqin di etalase toko. Menyerupai pria dan wanita, memakai pakaian, tapi tak memiliki rasa. Tapi bila seseorang dipakaikan dengan keindahan surgawi, sebagai berkah dari Allah swt, maka tak akan pernah kehilangan kecantikannya walaupun sudah mencapai usia 90 atau 100 tahun. Tidak akan pernah berubah, karena mereka selalu diberi pakaian surgawi !



Berikut tips untuk mendapatkan cahaya kecantikan sejati:



1. Ibadah tengah malam dan subuh



Para Rasul dengan pengetahuan surgawinya berkata : “Jika seseorang ingin kelihatan cantik atau dipakaikan pakaian kecantikan pada mereka, mereka harus berusaha bangun tengah malam dan subuh “.

Karena pada waktu-waktu tersebutlah cahaya terang spiritual muncul dan dipakaikan pada orang-orang. Dan ibadah tengah malam dan subuh mereka akan tampak pada wajahnya. Allah menganugerahkan pada mereka cahaya yang terang dan cinta. Siapapun yang menginginkannya , dapat memohon pada Alah pada waktu-waktu tersebut.

Allah swt akan mengirimkan malaikat-malaikat dengan cahaya dan pakaian surgawi. Ia akan memakaikan para hambanya yang beribadah padaNya di bumi, yang melakukan salat dan memuliakanNya.



2. Memakai Jilbab & Menutup Aurat



Selama para pria diizinkan memandang wanita, mereka akan mengambil kecantikan dari wajah dan tubuh wanita. Maka para wanita yang berjilbab dan berpakaian menutup aurat, wajah dan tubuhnya akan tetap segar dan cantik, tanpa kosmetik!



Para remaja tidak berkata bahwa Allah yang memberikan mereka kecantikan, tapi mereka minta untuk memakai kosmetik agar tampak cantik, dan tak akan bisa!

Mereka tidak mengerti sumber utama kecantikan itu berasal dari mana. Mereka bertanya kenapa wanita Muslim memakai jilbab. Itu gunanya untuk menjaga kecantikan mereka! Tapi para wanita sekarang terlalu bodoh! Wanita yang cerdas tidak akan menyia-nyiakan kecantikannya.



3. Jaga Hijab & Jangan Dekati Zina



Zaman dahulu, para wanita menjaga wajah dan tubuh mereka agar tidak disentuh oleh seseorang yang tidak halal untuk mereka. Orang-orang yang mengikuti setan dan ajarannya, akan jatuh dalam kesulitan yang merusak spiritual dan fisik manusia. Di masa lalu, spiritual terpelihara jika fisik dijaga. Sehingga semakin banyak kebahagiaan dan kecantikan dianugerahkan pada mereka.



Sekarang para wanita ingin membuka dan memamerkan kecantikan mereka. Tapi mereka tak akan berhasil, karena kecantikan mereka akan cepat memudar! Pandangan para pria tersebut membawa efek buruk bagi mereka dan mereka cepat menjadi tua. Kecantikan, keindahan dan kondisi tubuh mereka menurun dengan pesat.

Terutama para gadis yang masuk universitas dan selalu bersama dengan kekasihnya [berpacaran]. Saat mereka lulus, kondisi fisik mereka sudah turun.